Search

Hooligan Timnas Inggris Rusuh Bikin Rusuh Di Marseille Euro 2016

7upcash.net – Ujian persiapan tuan rumah putaran final Euro 2016 terus terjadi, terutama di level keamanan. Stadion Velodrome, akhir pekan kemarin, menjadi titik atensi setelah para penonton berhasil masuk ke lapangan pertandingan.

Walhasil, pihak kepolisian harus bekerja keras agar peristiwa tersebu tak terjadi lagi. Faktor keamanan di Stadion Velodrome, dan kota Marseille khususnya, sedang mendapat sorotan tajam. Padahal, di kota ini menjadi venue pertandingan perdana timnas Inggris di Piala Eropa 2016.

Pasukan The Three Lions bakal membuka kampanye untuk merebut trofi juara Euro 2016 versus Rusia (11/6/2016). Peristiwa kerusuhan di Velodrome pada akhir pekan lalu, membuat pihak kepolisian meningkatkan level penjagaan.

Pemicu kerusuhan yang membuat penonton merangsek ke lapangan tak lain kekalahan memalukan si empunya venue, OLympique Marseille, saat menjamu Rennes, dalam lanjutan Ligue 1 2015-2016. Tuan rumah takluk dengan skor telak, 2-5.

Dua gol Marseille datang dari Florian Thauvin pada menit ke-20 dan Rolando (50′). Sementara gol-gol tim tamu lahir dari Yoann Gourcuff pada menit ke-4 dan 59, Fallou Diagne (9′), Ousmane Dembele (14′) dan Giovanni Sio (77′). Hasil minor itulah yang membuat fans Marseille marah, dan melompat pagar pembatas.

Beruntung, pada kejadian tak terduga tersebut, tak ada korban jiwa. Namun, faktor keamanan menjadi hal yang langsung menyita perhatian. Maklum, pada laga kontra Rusia nanti, sudah dipastikan deretan pendukung Inggris, terutama yang bergaris keras, akan datang dan memadati Stadion Velodrome.

Kepala Kepolisian Metro Kota Marseille, Pierre-Marie Bourniquel mengungkapkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan panitia penyelenggara mengenai beberapa hal yang akan diperbaiki. “Sistem penanganan harus ada yang baru. Selain sisi negatif, kami mendapat masukan berharga saat terjadi kerusuhan di Velodrome. Itu memberikan pelajaran luar biasa, karena kami tak ingin hal itu terjadi saat Euro 2016,” jelasnya, di Telegraph, Minggu (20/3/2016).

Marseille menjadi satu di antara tuan rumah yang mendapat kode kuning, alias dalam tahap tak aman seratus persen. Bahkan, baru pekan lalu Pierre-Marie Bourniquel mendapat serangan dari pihak tak bertanggung jawab.

Kala itu, usai melakukan patroli di dekat kawasan perumahan tempat tinggal Zinedine Zidane, mobil yang ditumpangi Pierre-Marie Bourniquel mendadak diberondong orang yang menggunakan senapan mesin otomatis AK-47. Beruntung, sang kepala polisi tak terluka.

Selain laga Inggris versus Rusia, Marseille menjadi tuan rumah laga Prancis kontra Albania, Islandia bersua Hungaria, Ukraina kontra Polandia, saut laga perempat final dan semi final. Pierre-Marie Bourniquel berharap, pihak masyarakat ikut membantu kerja aparat keamanan.